Terimakasih teman-teman atas kebersamaannya di #kkm66 semoga tali silahturahmi kita tidak terputus oleh waktu. Terimakasih atas suka-dukanya. Terimakasih atas tahap pembelajarannya. Terimakasih juga atas pendewasaanya. Semoga apa yang kita dapat selama 27 hari di Kp. Bojong, Desa Babakan Jaya, Kecamatan Kopo, Serang dapat memberikan maanfaat dan pengalaman yang sangat berharga bagi kita semua. 27 hari lalu mungkin kita hanya saling kenal, tapi sekarang kita telah menjadi keluarga baru, keluarga kecil yang terbentuk di #kkm66. Dari bangun tidur hingga tidur lagi kita lalui bersama. Semoga kita tetap bersama. Dan menjadi sarjana bersama-sama. Amiinn *usap air mata*
Note: seriusan loh ini berkaca-kaca

Terimakasih teman-teman atas kebersamaannya di #kkm66 semoga tali silahturahmi kita tidak terputus oleh waktu. Terimakasih atas suka-dukanya. Terimakasih atas tahap pembelajarannya. Terimakasih juga atas pendewasaanya. Semoga apa yang kita dapat selama 27 hari di Kp. Bojong, Desa Babakan Jaya, Kecamatan Kopo, Serang dapat memberikan maanfaat dan pengalaman yang sangat berharga bagi kita semua. 27 hari lalu mungkin kita hanya saling kenal, tapi sekarang kita telah menjadi keluarga baru, keluarga kecil yang terbentuk di #kkm66. Dari bangun tidur hingga tidur lagi kita lalui bersama. Semoga kita tetap bersama. Dan menjadi sarjana bersama-sama. Amiinn *usap air mata*

Note: seriusan loh ini berkaca-kaca

Gigi Geraham

Seperti kataku di Twitter, “Tumbuhnya gigi geraham, merobek gusi secara perlahan.”

Lalu seseorang menimpali, “Untung bukan hatinya yang robek.”

Ah aku seperti ingin bernyanyi, “Lebih baik robek gusi, daripada robek hati iniiii…”

Gigi geraham tumbuh disaat kita mulai beranjak dewasa, ah tunggu, bukan dewasa sepertinya, tumbuh disaat usia memasuki ‘kepala 2’, karena di usia ini masih banyak yang belum menjadi dewasa.

Gigi geraham, gigi yang letaknya paling ujung, dan tumbuh disaat kita juga sedang tumbuh. Tanpa pamit, gigi ini secara perlahan merobek gusi kita. Tanpa izin , membuat kita jadi semakin perih menghadapi kenyataan hidup ini.

Ah sudahlah, gigi geraham tak layak diceritakan lebih lanjut. Semakin diceritakan, semakin lama dia tumbuh, semakin pelan-pelan merobek gusi kita.