Life is short and love is temporary.”
— Park Min Sook (via jetkitty)
I’m absolutely in love with the drama Gentleman’s Dignity!!
Do you know what words a man who has said “I love you” must never say? “I’m sorry.”
— A Gentleman’s Dignity/ Gentleman’s Class (via sarangbebe)
Aku membenci bayanganmu, terutama ketika ia menggamit jemarimu.”
Rindu, sabar yang selalu berdebar.”
— (via karizunique)
Seperti candu menggelayut di tubuhmu, tak kuasa ku menahan rindu bila tak melihatmu”
Jatuh yang paling indah ialah terjatuh di hati kamu”
Gigi Geraham
Seperti kataku di Twitter, “Tumbuhnya gigi geraham, merobek gusi secara perlahan.”
Lalu seseorang menimpali, “Untung bukan hatinya yang robek.”
Ah aku seperti ingin bernyanyi, “Lebih baik robek gusi, daripada robek hati iniiii…”
Gigi geraham tumbuh disaat kita mulai beranjak dewasa, ah tunggu, bukan dewasa sepertinya, tumbuh disaat usia memasuki ‘kepala 2’, karena di usia ini masih banyak yang belum menjadi dewasa.
Gigi geraham, gigi yang letaknya paling ujung, dan tumbuh disaat kita juga sedang tumbuh. Tanpa pamit, gigi ini secara perlahan merobek gusi kita. Tanpa izin , membuat kita jadi semakin perih menghadapi kenyataan hidup ini.
Ah sudahlah, gigi geraham tak layak diceritakan lebih lanjut. Semakin diceritakan, semakin lama dia tumbuh, semakin pelan-pelan merobek gusi kita.


